Jumat, 17 April 2015

Diskusi Masalah Kesehatan Mental Remaja



Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas tentang perkembangan remaja yang meliputi:
1.       Siapa remaja?
a.       Periode yang penting
b.      Peralihan
c.       Perubahan
d.      Usia bermasalah
e.      Pencarian identitas
f.        Ketakutan
g.       Tidak realistis
h.      Ambang masa dewasa
i.        Usia 12 – 21 tahun
j.        “badai dan topan”Suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjer(hormon)
2.       Ciri perkembangan psikologi remaja
a.       Emosi meledak-ledak
b.      Sulit dikendalikan
c.       Cepat depresi (sedih, putus asa)
d.      Melawan dan memberontak
e.      Emosi yang tidak terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang sedang dialami remaja
3.       Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja
a.       Faktor internal (dari dalam diri)
·   Sifat       :baik, jahat, pemarah, dengki, iri, pemalu, pemberani, dll
·   Bakat     :melukis, bermain musik. menciptakan lagu, menulis, aktor
·   Keturunan: emosi, intelektual, potensi diri.
b.      Faktor eksternal (luar diri)
·   Keluarga
·   Hukum
·   Politik
·   Sosial budaya
·   Pemerintah
·   Pendidikan
·   Pekerjaan
·   masyarakat

4.       Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja
a.       Mulai bersikap kritis, akan menanyakan kenapa ada anjuran dan larangan
b.      Akan terjadi peningkatan daya fikir, kemampuan mengingat, mengemukakan pendapat
c.       Remaja yang mencari jati diri membuat emosinya menjadi sangat mudah terganggu kesehatan mentalnya
5.       Kriteria remaja yang bermental sehat
a.       Dapat menerima perubahan-perubahan yang ada pada dirinya dengan lapang dada
b.      Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungn sosialnya
c.       Dapat mengatasi gejolak-gejolak seksualitasnya
d.      Mampu menemukan jati dirinya dan berperilaku sesuai dengan jati dirinya
e.      Dapat mengaktualisasikan kemampuannya baik di sekolah maupun di lingkungan sosialnya
f.        Tidak mudah goyah
g.       Memiliki cita-cita dan tujuan hidup yang dapat dikejar dan diwujudkan untuk memotivasi diri menjadi seseorang yang berguna
h.      Memiliki integrasi pribadi
i.        Memiliki perasaan aman menjadi anggota kelompoknya
6.       Faktor-faktor yang mengganggu kesehatan remaja
a.       Faktor biologi
b.      Keluarga
c.       Lingkungn dan sosial
7.       Dampak gangguan kesehatan mental pada remaja
a.       Posistif
·   Jika dapat melalui masa stress dan gangguan dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran serta memotivasi untuk terus menjadi lebih baik
b.      Dampak negatif
·   Kenakalan remaja
·   Penyalahgunaan obat terlarang dan alkohol
·   Seks bebas
·   Gangguan makan
·   Bunuh diri
·   Gangguan mental
·   Kurang percaya diri
8.       Stress pada remaja dan pembagianya
Stress adalah Keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal maupun eksternal yang dapat membahayakan atau, tidak terkendali, atau melebihi kemampuan individu sehingga individu bereaksi baik fisiologis maupun psikologis dan melakukan usaha-usaha penyesuaian diri terhadap situasi tersebut.
a.       Distress
b.      Eustress
9.       Sumber-sumber stress pada remaja
a.       Hubungan dengan orang tua
b.      Masalah akademik
c.       Hubungan dengan teman sebaya
Selasa, 14 april 2015
Pada pertemuan ini,diisi dengan diskusi lebih lanjut mengenai masalah-masalah kesehatan mental remaja.
Berdasarkan pengamatan peserta terhadap fenomena yang seringkali mewarnai berita di media, remaja mengemukakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan mental remaja adalah sebagai berikut:
1.       Bunuh diri (suicide)
2.       Pergaulan bebas
3.       Prostitusi online
4.       Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang
5.       Bully
6.       Korupsi
7.       Nikah sirih dan kawin kontrak
8.       Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam pacaran.
9.       Tawuran
10.   Mencontek
11.   Perceraian (Broken Home)
12.   Ujian Nasional
Untuk lebih fokusnya diskusi ini, maka tema diskusi yang dipilih adalah tentang pergaulan bebas.


PERGAULAN BEBAS

Berbicara masalah pergaulan bebas memang sangat luas kajiannya, karena pergaulan bebas ini memang identik dengan narkoba, alkohol, dugem, kumpul kebo, seks bebas, kumpul kebo dan masalah kesehatan reproduksi yang seringkali berdampak pada masalah lainnya.

Ada 3 masalah utama yang merupakan rantai yang tidak terputus sebagai dampak dari pergaulan bebas, yaitu:
1.Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang (Psikotropika)
2.Seksual
3.Kesehatan Reproduksi (HIVE, AIDS)

Jika dikaji menurut pandangan kemanusiaan, pergaulan bebas merupakan hal yang wajar dan merupakan kebutuhan manusia dimana manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, manusia butuh membina hubungan satu sama lain.Pergaulan bebas juga merupakan HAM setiap individu yang butuh kebebasan, tidak ada batasan dan tanpa diskriminasi (pengeculian). Namun meskipun demikian,dimanapun kita berada, kita tidak akan bisa lepas dari yang namanya norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma masyarakat. Tentunya akan lebih luas lagi cakupannya jika kita kaji dari sisi kehidupan masyarakat minangkabau, hidup di nagari nan baradaik dengan “adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah” yang seringkali dibanggakan.

Pada dasarnya, remaja baik laki-laki maupun perempuan tidak setuju dengan pergaulan bebas.  Akan tetapi seringkali remaja terjerumus ke pergaulan bebas karena disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
a.       Kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan agama atau kestabilan emosi.
b.      Lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat yang tidak sehat
c.       Kurangnya pengetahuan remaja tentang dampak dari pergaulan bebas tersebut sehingga remaja seringkali terjerumus karena tidak mengetahuinya, hal ini juga dipicu karena dianggap tabunya masalah-masalah tersebut oleh sebagain besar masyarakat.
d.      Kegagalan remaja dalam menyerap norma
e.      Pengaruh media
Mengapa faktor-faktor tersebut sangat memungkinkan remaja terjerumus kedalam pergaulan bebas?. Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa perubahan-perubahan fisik (berat, bentuk, tinggi badan) serta perubahan hormon pada remaja tentunya menghadirkan gejala-gejala emosional yang berbeda dari usia sebelumnya. Pada usia remaja ini juga akan timbul gejolak-gejolak seksual sebagai akibat dari perubahan hormon (biasanya setelah laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan mengalami mestruasi). Gejolak-gejolak tersebut membuat remaja ingin selalu mencoba hal yang baru, haus akan informasi sehingga tak jarang “mbah google” menjadi tempat bertanya paling favorit. Atau informasi-informasi yang begitu banyak seringkali disuguhkan dihalaman “facebook” atau broadcast di “bbm” yang berkaitan dengan gejolak-gejolak pada masa remaja. Salah satu informasi tersebut misalnya “onani” dan “masturbasi”
Pada umumnya remaja laki-laki menyatakan mereka mengetahui dan paham mengenai istilah “onani” dan “masturbasi” namun sebagian besar remaja perempuan mengganggap istilah tersebut masih tabu . Hal- hal tersebut merupakan hal yang sering dilakukan sebagian orang untuk menyalurkan gejolak-gejolak seksual yang ada sebagai cara menghindari pergaulan bebas. Namun apakah cara tersebut cukup efektif? Apakah cara tersebut cukup aman? Sudahkah remaja mengetahui dampak positif dan negatifnya? Disinilah peran kecerdasan remaja dalam menanggapi hal-hal yang baru apalagi yang tidak sesuai dengan norma. Hal tersebut memang tidak dapat dipandang dengan satu sudut pandang agama saja. Seperti dalam pandangan agama islam apabila seseorang sudah tidak bisa menahan gejolak terbut solusinya adalah menikah, jika belum sanggup untuk menikah maka dianjurkan untuk berpuasa. Namun apakah fenomena ini mampu mengentas pergaulan bebas di kalangan remaja? Contohnya saja solusi menikah, jelas saya hal yang cukup sulit karena diusia ini remaja masih dalam masa pendidikan dan tentu belum mapan. Lalu dengan anjuran berpuasa? Apakah mental dan akhlah remaja sudah siap untuk menjalankan hal tersebut? Maka disilah peran pemerintah, sekolah, masyarakat dan keluarga untuk bijak menanggapi hal ini. Lagi-lagi masyarakat tidak bisa hanya memakai sudut pandang agama saja. Karena berbicara masalah agama, tentunya tegas “boleh dan tidak boleh”, “haram dan halal” dan konsekusianya adalah “amal” dan dosa” . Dalam agama jelas apa yang dilarang sudah tentu hal tersebut lebih besar mudharat daripada manfaatnya”. Namun apakah ditahap pemikiran remaja sudah mampu mengkaji sampai kesana?
Berdasarkan hal tersebut, melalui diskusi ini remaja mengemukakan hal-hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari pergaulan bebas adalah sebagai berikut:
1.       Mencari kesibukan dengan melakukan hal-hal yang positif
2.       Memperkaya informasi mengenai dampak positif dan negatif, faktor penyebab, ciri-ciri dn tujuan dari sesuatu yang akan dilakukan.
3.       Mempertebal keimanan, menjaga penampilan
4.       POSTING (Berfikiran positif)
5.       Memilih lingkungan yang baik

Berdasarkan hasil diskusi tersebut dapat dismpulkan bahwa
1.       Pada dasarnya remaja tidak setuju atau menentang pergaulan bebas, namun karena maraknya fenomena terjemusunya remaja ke pergaulan bebas remaja butuh pembinaan, pendidikan karakter agar mampu berfikir positif dan mendapatkan ajang yang mampu membuat mereka sibuk mengisi kegiatan yang positif
2.       Remaja tidak harus membatasi diri untuk bergaul dengan siapa saja dan masuk ke lingkungan manapun selagi remaja mampu memfilter mana yang baik dan buruk, akan lebih baik jika remaja tersebut mampu menularkan perilaku positif ke lingkungannya. Namun untuk remaja yang belum mampu untuk membatasi diri dan merasa diri mudah terbawa arus, lebih baik menghindari lingkungan yang kurang baik.
3.       Menjaga penampilan terutama pada wanita, perlu berpakaian sopan agar tidak mengundang pelecehan dan tindakan kekerasan. Begitu juga laki-laki juga harus menjaga sikap terhadap wanita.
4.       Konsisten dan komitmen dengan prinsip pribadi bahwa remaja tidak setuju dengan pergaulan bebas
5.       Jadikan hati dan iman sebagai filter





Tidak ada komentar:

Posting Komentar