Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas
tentang perkembangan remaja yang meliputi:
1.
Siapa remaja?
a.
Periode yang penting
b.
Peralihan
c.
Perubahan
d.
Usia bermasalah
e.
Pencarian identitas
f.
Ketakutan
g.
Tidak realistis
h.
Ambang masa dewasa
i.
Usia 12 – 21 tahun
j.
“badai dan topan”Suatu masa dimana
ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan
kelenjer(hormon)
2.
Ciri perkembangan psikologi remaja
a.
Emosi meledak-ledak
b.
Sulit dikendalikan
c.
Cepat depresi (sedih, putus asa)
d.
Melawan dan memberontak
e.
Emosi
yang tidak terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang sedang dialami
remaja
3.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kesehatan mental remaja
a.
Faktor internal (dari dalam diri)
·
Sifat :baik, jahat, pemarah, dengki, iri, pemalu, pemberani, dll
·
Bakat :melukis, bermain musik. menciptakan lagu, menulis, aktor
·
Keturunan: emosi, intelektual,
potensi diri.
b.
Faktor eksternal (luar diri)
·
Keluarga
·
Hukum
·
Politik
·
Sosial budaya
·
Pemerintah
·
Pendidikan
·
Pekerjaan
·
masyarakat
4.
Perubahan-perubahan yang terjadi
pada masa remaja
a.
Mulai bersikap kritis, akan
menanyakan kenapa ada anjuran dan larangan
b.
Akan terjadi peningkatan daya
fikir, kemampuan mengingat, mengemukakan pendapat
c.
Remaja yang mencari jati diri
membuat emosinya menjadi sangat mudah terganggu kesehatan mentalnya
5.
Kriteria remaja yang bermental
sehat
a.
Dapat menerima perubahan-perubahan
yang ada pada dirinya dengan lapang dada
b.
Dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungn sosialnya
c.
Dapat mengatasi gejolak-gejolak
seksualitasnya
d.
Mampu menemukan jati dirinya dan berperilaku
sesuai dengan jati dirinya
e.
Dapat mengaktualisasikan
kemampuannya baik di sekolah maupun di lingkungan sosialnya
f.
Tidak mudah goyah
g.
Memiliki cita-cita dan tujuan
hidup yang dapat dikejar dan diwujudkan untuk memotivasi diri menjadi seseorang
yang berguna
h.
Memiliki integrasi pribadi
i.
Memiliki perasaan aman menjadi
anggota kelompoknya
6.
Faktor-faktor yang mengganggu
kesehatan remaja
a.
Faktor biologi
b.
Keluarga
c.
Lingkungn dan sosial
7.
Dampak gangguan kesehatan mental
pada remaja
a.
Posistif
·
Jika dapat melalui masa stress dan
gangguan dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran serta memotivasi untuk
terus menjadi lebih baik
b.
Dampak negatif
·
Kenakalan remaja
·
Penyalahgunaan obat terlarang dan
alkohol
·
Seks bebas
·
Gangguan makan
·
Bunuh diri
·
Gangguan mental
·
Kurang percaya diri
8.
Stress pada remaja dan pembagianya
Stress adalah Keadaan yang disebabkan oleh
adanya tuntutan internal maupun eksternal yang dapat membahayakan atau, tidak
terkendali, atau melebihi kemampuan individu sehingga individu bereaksi baik
fisiologis maupun psikologis dan melakukan usaha-usaha penyesuaian diri
terhadap situasi tersebut.
a.
Distress
b.
Eustress
9.
Sumber-sumber stress pada remaja
a.
Hubungan dengan orang tua
b.
Masalah akademik
c.
Hubungan dengan teman sebaya
Selasa, 14 april 2015
Pada pertemuan ini,diisi dengan diskusi lebih
lanjut mengenai masalah-masalah kesehatan mental remaja.
Berdasarkan pengamatan peserta terhadap
fenomena yang seringkali mewarnai berita di media, remaja mengemukakan hal-hal
yang berkaitan dengan masalah kesehatan mental remaja adalah sebagai berikut:
1.
Bunuh diri (suicide)
2.
Pergaulan bebas
3.
Prostitusi online
4.
Penyalahgunaan narkotika dan obat
terlarang
5.
Bully
6.
Korupsi
7.
Nikah sirih dan kawin kontrak
8.
Kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT) dan kekerasan dalam pacaran.
9.
Tawuran
10.
Mencontek
11.
Perceraian (Broken Home)
12.
Ujian Nasional
Untuk lebih fokusnya diskusi ini, maka tema diskusi yang
dipilih adalah tentang pergaulan bebas.
PERGAULAN BEBAS
Berbicara masalah pergaulan bebas memang sangat luas
kajiannya, karena pergaulan bebas ini memang identik dengan narkoba, alkohol,
dugem, kumpul kebo, seks bebas, kumpul kebo dan masalah kesehatan reproduksi
yang seringkali berdampak pada masalah lainnya.
Ada 3 masalah utama yang merupakan rantai yang tidak
terputus sebagai dampak dari pergaulan bebas, yaitu:
1.Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
(Psikotropika)
2.Seksual
3.Kesehatan Reproduksi (HIVE, AIDS)
Jika dikaji menurut pandangan kemanusiaan, pergaulan bebas
merupakan hal yang wajar dan merupakan kebutuhan manusia dimana manusia adalah
makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, manusia butuh membina
hubungan satu sama lain.Pergaulan bebas juga merupakan HAM setiap individu yang
butuh kebebasan, tidak ada batasan dan tanpa diskriminasi (pengeculian). Namun
meskipun demikian,dimanapun kita berada, kita tidak akan bisa lepas dari yang
namanya norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma masyarakat.
Tentunya akan lebih luas lagi cakupannya jika kita kaji dari sisi kehidupan
masyarakat minangkabau, hidup di nagari nan baradaik dengan “adaik basandi
syarak, syarak basandi kitabullah” yang seringkali dibanggakan.
Pada dasarnya, remaja baik laki-laki maupun perempuan tidak
setuju dengan pergaulan bebas. Akan
tetapi seringkali remaja terjerumus ke pergaulan bebas karena disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain:
a.
Kurangnya pegangan hidup remaja
dalam hal keyakinan agama atau kestabilan emosi.
b.
Lingkungan keluarga dan lingkungan
masyarakat yang tidak sehat
c.
Kurangnya pengetahuan remaja
tentang dampak dari pergaulan bebas tersebut sehingga remaja seringkali
terjerumus karena tidak mengetahuinya, hal ini juga dipicu karena dianggap
tabunya masalah-masalah tersebut oleh sebagain besar masyarakat.
d.
Kegagalan remaja dalam menyerap
norma
e.
Pengaruh media
Mengapa faktor-faktor tersebut sangat
memungkinkan remaja terjerumus kedalam pergaulan bebas?. Seperti yang dibahas
sebelumnya bahwa perubahan-perubahan fisik (berat, bentuk, tinggi badan) serta
perubahan hormon pada remaja tentunya menghadirkan gejala-gejala emosional yang
berbeda dari usia sebelumnya. Pada usia remaja ini juga akan timbul
gejolak-gejolak seksual sebagai akibat dari perubahan hormon (biasanya setelah
laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan mengalami mestruasi).
Gejolak-gejolak tersebut membuat remaja ingin selalu mencoba hal yang baru,
haus akan informasi sehingga tak jarang “mbah google” menjadi tempat bertanya
paling favorit. Atau informasi-informasi yang begitu banyak seringkali
disuguhkan dihalaman “facebook” atau broadcast di “bbm” yang berkaitan dengan
gejolak-gejolak pada masa remaja. Salah satu informasi tersebut misalnya
“onani” dan “masturbasi”
Pada umumnya remaja laki-laki menyatakan
mereka mengetahui dan paham mengenai istilah “onani” dan “masturbasi” namun
sebagian besar remaja perempuan mengganggap istilah tersebut masih tabu . Hal-
hal tersebut merupakan hal yang sering dilakukan sebagian orang untuk
menyalurkan gejolak-gejolak seksual yang ada sebagai cara menghindari pergaulan
bebas. Namun apakah cara tersebut cukup efektif? Apakah cara tersebut cukup
aman? Sudahkah remaja mengetahui dampak positif dan negatifnya? Disinilah peran
kecerdasan remaja dalam menanggapi hal-hal yang baru apalagi yang tidak sesuai
dengan norma. Hal tersebut memang tidak dapat dipandang dengan satu sudut
pandang agama saja. Seperti dalam pandangan agama islam apabila seseorang sudah
tidak bisa menahan gejolak terbut solusinya adalah menikah, jika belum sanggup
untuk menikah maka dianjurkan untuk berpuasa. Namun apakah fenomena ini mampu
mengentas pergaulan bebas di kalangan remaja? Contohnya saja solusi menikah,
jelas saya hal yang cukup sulit karena diusia ini remaja masih dalam masa
pendidikan dan tentu belum mapan. Lalu dengan anjuran berpuasa? Apakah mental
dan akhlah remaja sudah siap untuk menjalankan hal tersebut? Maka disilah peran
pemerintah, sekolah, masyarakat dan keluarga untuk bijak menanggapi hal ini.
Lagi-lagi masyarakat tidak bisa hanya memakai sudut pandang agama saja. Karena
berbicara masalah agama, tentunya tegas “boleh dan tidak boleh”, “haram dan
halal” dan konsekusianya adalah “amal” dan dosa” . Dalam agama jelas apa yang
dilarang sudah tentu hal tersebut lebih besar mudharat daripada manfaatnya”.
Namun apakah ditahap pemikiran remaja sudah mampu mengkaji sampai kesana?
Berdasarkan hal tersebut, melalui diskusi ini
remaja mengemukakan hal-hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari pergaulan
bebas adalah sebagai berikut:
1.
Mencari kesibukan dengan melakukan
hal-hal yang positif
2.
Memperkaya informasi mengenai
dampak positif dan negatif, faktor penyebab, ciri-ciri dn tujuan dari sesuatu
yang akan dilakukan.
3.
Mempertebal keimanan, menjaga
penampilan
4.
POSTING (Berfikiran positif)
5.
Memilih lingkungan yang baik
Berdasarkan hasil diskusi tersebut dapat dismpulkan bahwa
1.
Pada dasarnya remaja tidak setuju
atau menentang pergaulan bebas, namun karena maraknya fenomena terjemusunya
remaja ke pergaulan bebas remaja butuh pembinaan, pendidikan karakter agar
mampu berfikir positif dan mendapatkan ajang yang mampu membuat mereka sibuk
mengisi kegiatan yang positif
2.
Remaja tidak harus membatasi diri
untuk bergaul dengan siapa saja dan masuk ke lingkungan manapun selagi remaja
mampu memfilter mana yang baik dan buruk, akan lebih baik jika remaja tersebut
mampu menularkan perilaku positif ke lingkungannya. Namun untuk remaja yang
belum mampu untuk membatasi diri dan merasa diri mudah terbawa arus, lebih baik
menghindari lingkungan yang kurang baik.
3.
Menjaga penampilan terutama pada
wanita, perlu berpakaian sopan agar tidak mengundang pelecehan dan tindakan
kekerasan. Begitu juga laki-laki juga harus menjaga sikap terhadap wanita.
4.
Konsisten dan komitmen dengan
prinsip pribadi bahwa remaja tidak setuju dengan pergaulan bebas
5.
Jadikan hati dan iman sebagai
filter
Tidak ada komentar:
Posting Komentar